Tuesday, August 29, 2017

Konsep Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di Solo

Rumah sakit merupakan instansi perawatan kesehatan yang memberikan pelayanan terkait kesehatan dan keselamatan pasien. Dalam pelaksaannya, setiap rumah sakit memiliki sistem sebagai pondasi pelaksaan segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan rumah sakit tersebut. Pondasi tersebut dinamakan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Setiap rumah sakit harus memiliki SIMRS dalam pelayanannya dan bersifat transaparansi pada segala pihak. Seperti pada beberapa rumah sakit di kota Solo yang sudah mencanangkan pelaksanaan kosep SIMRS terbaru yang diberi nama Bridging System. Bridging System nantinya akan dimanfaatkan untuk mengintegrasi sistem rumah sakit yang ada dengan pelayanan asuransi kesehatan BPJS yang ada di Solo. Hal ini menunjukkan  bahwa kota Solo kini semakin meningkatkan pelayanan dalam bidang kesehatannya melalui sistem Bridging pada SIMRS tiap rumah sakit. Namun, apa yang dimaksud dengan SIMRS ?
SIMRS (Sistem Informasi Rumah Sakit) merupakan sebuah sistem yang disusun sebagai panduan dalam segala bentuk pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan. SIMRS dirancang sebagai tolak ukur kualitas pelayanan yang ada di rumah sakit dan juga memudahkan tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan masing masing. SIMRS dirancang berdasarkan Internasional System Framework Standard sehingga siap dan sudah terintegrasi dalam penanganan seluruh proses manajemen rumah sakit.
SIMRS di desain fleksible agar bisa menyersuaikan dengan kemajuan IT namun tetap menganut pada pelaksanaan yang sudah ditetapkan ISFS (Internasional System Framework Standard) sehingga software ini sangat kompleks dalam pengembangannya. Seperti SIMRS pada beberapa rumah sakit di Solo, SIMRS yang digunakan sudah berdasarkan hasil ketetapan ISFS dimana tenaga kerjanya sudah diberikan training. Nantinya, diharapkan kompleksitas yang dimiliki SIMR ini akan memberikan beberapa manfaat seperti meringankan tenaga medis dalam pengambilan keputusan, memperjelas pertanggungjawaban tugas, monitoring terhadap pelaksanaan sistem di rumah sakit, hingga memudahkan pengawasan kondisi pasien secara berkala.
Pada SIMRS sendiri terdapat istilah Balance Scorecard sebagai  pengelola kinerja manajemen, selain itu pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit juga tersedia beragam disiplin ilmu membidangi tata kelola aplikasi pelayanan kesehatan dan rekam medis pasien rumah sakit, dan pengelolaan berbagai bagian pada rumah sakit seperti bagian keuangan, pemasaran manajemen SDM, sistem jaringan pada rumah sakit bahkan persediaan stok di rumah sakit.
Selain pada kinerja tenaga medis, SIMRS juga menjadi penilaian mutu pelayanan  suatu rumah sakit. Di Solopenerapan Balance Scorecard difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan medis hingga kelengkapan alat-alat rumah sakit yang bisa ditinjau dari berbagai spesifikasi. Berikut ini spesifikasi dari SIMRS yang harus dimiliki setiap rumah sakit :
a.    Admin Sistem
Data dalam SIMRS terinput dan tersimpan dalam database administrator yang meliputi data pasien, data dokter, data karyawan, jadwal jaga dokter, daftar obat, daftar inventaris peralatan, antrian tindakan operasi. Semua tersimpan dalam database dimana nantinya akan terhubung dengan beberapa sistem lainnya
b.    Billing Sistem
Sistem ini berfungsi untuk pengelolaan tagihan pasien menginap maupun pasien rawat jalan yang di dalamnya berisi tentang data pasien dan daftar berbagai fasilitas yang digunakan pasien selama berobat di rumah sakit.
c.    Sistem Farmasi
Pada sistem ini terdapat beberapa fungsi seperti pengendalian stok obat-obatan di rumah sakit, sebagai penyimpanan obat hingga memproduksi obat untuk pasien. SIstem ini perlu dibuat tersendiri karena menyangkut dengan jumlah stok obat ataupun stok farmasi lainnya sehingga mampu memantau transaksi penjualan.
Inilah yang menjadi perhatian khusus bagi beberapa rumah sakit di Solo. Hanya pembuat software yang sudah berpengalaman yang bisa menyusun software dengan kompleksitas tinggi. Dan MedikaPro adalah solusi tepat dalam pembuatan SIMRS untuk rumah sakit terkemuka di Solo. Untuk info lebih lanjut, kunjungi www.medikapro.com

Konsep Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di Solo

Rumah sakit merupakan instansi perawatan kesehatan yang memberikan pelayanan terkait kesehatan dan keselamatan pasien. Dalam pelaksaannya, setiap rumah sakit memiliki sistem sebagai pondasi pelaksaan segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan rumah sakit tersebut. Pondasi tersebut dinamakan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Setiap rumah sakit harus memiliki SIMRS dalam pelayanannya dan bersifat transaparansi pada segala pihak. Seperti pada beberapa rumah sakit di kota Solo yang sudah mencanangkan pelaksanaan kosep SIMRS terbaru yang diberi nama Bridging System. Bridging System nantinya akan dimanfaatkan untuk mengintegrasi sistem rumah sakit yang ada dengan pelayanan asuransi kesehatan BPJS yang ada di Solo. Hal ini menunjukkan  bahwa kota Solo kini semakin meningkatkan pelayanan dalam bidang kesehatannya melalui sistem Bridging pada SIMRS tiap rumah sakit. Namun, apa yang dimaksud dengan SIMRS ?

SIMRS (Sistem Informasi Rumah Sakit) merupakan sebuah sistem yang disusun sebagai panduan dalam segala bentuk pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan. SIMRS dirancang sebagai tolak ukur kualitas pelayanan yang ada di rumah sakit dan juga memudahkan tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan masing masing. SIMRS dirancang berdasarkan Internasional System Framework Standard sehingga siap dan sudah terintegrasi dalam penanganan seluruh proses manajemen rumah sakit.

SIMRS di desain fleksible agar bisa menyersuaikan dengan kemajuan IT namun tetap menganut pada pelaksanaan yang sudah ditetapkan ISFS (Internasional System Framework Standard) sehingga software ini sangat kompleks dalam pengembangannya. Seperti SIMRS pada beberapa rumah sakit di Solo, SIMRS yang digunakan sudah berdasarkan hasil ketetapan ISFS dimana tenaga kerjanya sudah diberikan training. Nantinya, diharapkan kompleksitas yang dimiliki SIMR ini akan memberikan beberapa manfaat seperti meringankan tenaga medis dalam pengambilan keputusan, memperjelas pertanggungjawaban tugas, monitoring terhadap pelaksanaan sistem di rumah sakit, hingga memudahkan pengawasan kondisi pasien secara berkala.

Pada SIMRS sendiri terdapat istilah Balance Scorecard sebagai  pengelola kinerja manajemen, selain itu pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit juga tersedia beragam disiplin ilmu membidangi tata kelola aplikasi pelayanan kesehatan dan rekam medis pasien rumah sakit, dan pengelolaan berbagai bagian pada rumah sakit seperti bagian keuangan, pemasaran manajemen SDM, sistem jaringan pada rumah sakit bahkan persediaan stok di rumah sakit.

Selain pada kinerja tenaga medis, SIMRS juga menjadi penilaian mutu pelayanan  suatu rumah sakit. Di Solo penerapan Balance Scorecard difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan medis hingga kelengkapan alat-alat rumah sakit yang bisa ditinjau dari berbagai spesifikasi. Berikut ini spesifikasi dari SIMRS yang harus dimiliki setiap rumah sakit :

a.    Admin Sistem

Data dalam SIMRS terinput dan tersimpan dalam database administrator yang meliputi data pasien, data dokter, data karyawan, jadwal jaga dokter, daftar obat, daftar inventaris peralatan, antrian tindakan operasi. Semua tersimpan dalam database dimana nantinya akan terhubung dengan beberapa sistem lainnya

b.    Billing Sistem

Sistem ini berfungsi untuk pengelolaan tagihan pasien menginap maupun pasien rawat jalan yang di dalamnya berisi tentang data pasien dan daftar berbagai fasilitas yang digunakan pasien selama berobat di rumah sakit.

c.    Sistem Farmasi

Pada sistem ini terdapat beberapa fungsi seperti pengendalian stok obat-obatan di rumah sakit, sebagai penyimpanan obat hingga memproduksi obat untuk pasien. SIstem ini perlu dibuat tersendiri karena menyangkut dengan jumlah stok obat ataupun stok farmasi lainnya sehingga mampu memantau transaksi penjualan.

Inilah yang menjadi perhatian khusus bagi beberapa rumah sakit di Solo. Hanya pembuat software yang sudah berpengalaman yang bisa menyusun software dengan kompleksitas tinggi. Dan MedikaPro adalah solusi tepat dalam pembuatan SIMRS untuk rumah sakit terkemuka di Solo. Untuk info lebih lanjut, kunjungi www.medikapro.com

Tuesday, January 10, 2017

TOKSOPLASMA

Inilah penyakit yang cukup mengejutkan dan menakutkan bagi wanita hamil, karena serangan infeksi di usia kehamilan yang masih muda bisa membuat janin keguguran atau lahir cacat.

 

Penyakit ini terinfeksi oleh virus toxoplasma gondii. 80% infeksi toksoplasma asimtomik. Tanda paling umum pada pasien yang simtomik adalah membesarnya saluran getah bening yang ditandai oleh membengkaknya leher. Penyakit ini mungkin mirip dengan demam kelenjar dan gondongen, namun disertai dengan simtom lain yaitu rasa sakit pada otot, demam yang tiada henti dan lemah lesu. Agen penginfeksi akan bisa terus mengendap di dalam tubuh seumur hidup dan kemballi aktif sewaktu-waktu bagi individu yang sistem kekebalan tubuhnya mengalami kerusakan.

 

Komplikasi yang lebih serius adalah kerusakan otak, gagl jantung, kebutaan dan radang paru. Sekitar 10% penderitanya mengalami kematian. Tokso otak atau kotiorentinitis seringkali muncul sebagai komplikasi bagi para penderita HIV/AIDS ketika sel CD4 limfosit jatuh turun dibawah 100/cumm.

 

Toksoplasmosis pada wanita hamil bisa mempengaruhi anak yang belum lahir. Infeksi pada kehamilan awal bisa menyebabkan kerusakan otak, gangguan liver, pankreas dan kebutaan. Infeksi diakhir kehamilan bisa menyebabkan kebutaan pada bayinya. Sedangkan infeksi toksoplasma yang menyerang setelah ibu melahirkan hanya menyebabkan gejala ringan dan sedikit mempengaruhi kualiitas ASI-nya.

Pembawa Penyakit

Sebagian besar kasus infeksi toksoplasma dibawa oleh kucing rumahan, mungkins ehabis makan burung atau tikus yang terinfeksi, jadi bukan karena rute feses-oral. Yang terdapat di dalam feses biasanya hanya tahap muda tokso yang belum bisa menginfeksi, hidup sekitar 10-20 hari saja. Namun pada manusia, infeksi toksoplasma juga ditularkan lewat rute feses-oral, khususnya pada anak-anak. Hewanlain seperti sapi, kambing, tikus, ayam, burung dan babi juga bisa mengandung virus ini bersembunyi di jaringan otot dan sistem otak.

Metode Penyebaran

Pada orang dewasa, toksoplasmosis disebarkan lewat pengkonsumsian makanan dan minuman yang kurang matang dimasaknya atau tidak dipasteurisasi. Pada anak kecil, toksoplasmosis terjadi lantaran bermain di tanah yang sudah terkontaminasi feses kucing, tikus, ayam, dsb yang terinfeksi. Namun penyebaran tokso bisa juga terjadi lewat transfer darah dan cairan tubuh, atau dari ibu ke janin, ketika tokso menyerang di usia kehamilan yang masih muda.

Cara Penanggulangan

Langkah-langkah Pencegahan

Tidak ada imunisasi yang tersedia. Wanita hamil dan individu yang sistem kekebalan tubuhnya rusak harus disarankan untuk benar-benar waspada terhadap makanan dan minuman yang hendak disantap, dan menghindari kucing liar. Sedangkan untuksemua orang, berikut ini hal-hal yang harus diperhaikan :

1.    Bagi yang memelihara kucing, jaga benar kebersihannya dengan memandikan dan mengeringkannya, lalu periksakan kesehatan hewan ke dokter hewan secara teratur.

2.    Sediakan tempat khusus untuk kucing buang hajat, biasanya wadah berisi gundukan pasir. Tiap hari, angkt feses dari gundukan pasir, lalu sirami feses dengan zat disinfektan atau minimal siram dengan air mendidih baru kemudian feses dibuang.

3.    Tiap hari sirami gundukan pasir tempat kucing buang hajat dengan zat disinfektan atau minimal siram dengan air mendidih.

4.    Selalu berikan kucing makanan yang kering dan sudah dimasak, dan ajrlah kucing agar tidak memburu tikus liar.

5.    Menyantap makanan dan minuman yang higienis, yaitu dicuci bersih sebelum dimasak, dimasak matang-matang, disimpan dengan benar dan dipanaskan lagi sebelum disantap ulang.

6.    Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mencuci buah-buahan dan sayuran mentah bersih-bersih, dan tidak meminum air mentah.

Cara Menyembuhkan

Tidak perlu merumah sakitkan pasien. Berikan obat anti protozoa khususnya bagi wanita hamil, penderita kerusakan sistem kekebalan tubuh dan ketika mata atau organ tubuh lain mulai terpengaruh untuk menjadi cacat. Jika sakit berlanjut hubungi spesialisnya.

Sumber :

Oleh Lia

Dikutip dari : (Prof. Heath Kelly, Dr. Noel Bennet, Dr. Sally Murray, Kerry Ann O'Grady, 2009  : 209-212)

Photo by :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcHo89_hODEYyBAhnG8tl_r5vGVgeYWCu1nR8_M7bU1wdlUptE4hAThMP0ovVmkKYjcyECZX-HnRNUH7j5T9TkLeiKihnXNd3R9YJUxpOdMeqUaDrL0C8J8QrW754sxV0PEtanUroI2kPU/s1600/toxoplasmosis.jpg

BERAK DARAH

Penyakit ini disebabkan oleh sejumlah serotip escherichia coli yang sanggup memprouksi toksin (shigela-toxin dan verotoxin) yang mirip dengan toxin yang dihasilkan shigella dysentriae tipe 1.

Penyakit ini dicirikan dengan rasa sakit dan kram perut yang sangat hebat, disertai berak cair selama beberapa hari, lalu di hari ke-5 hingga ke-10, keluar berak darah. Demam biasanya ringan atau tidak ada. Namun infeksi asimtomatik juga bisa terjadi, sehingga tiba-tiba saja di hari ke-10 atau hari ke-12 beraknya keluar darah.

Pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan manula, infeksi bisa mengarah kepada HUS (hemolytic uraemic syndrom) yaitu kencing darah, dicirikan oleh gagal ginjal, angka mortalitas yang tinggi, dan TTP (thrombotic thrombocytopaenic purpura) yaitu bintik merah di kulit bukan hanya berisi darah merah tapi juga trombosis. HUS dan TTP adalah komplikasi yang disebabkan infeksi serotip.

Mengkonsumsi makanan dan air yang terkontaminasi dan penyebaran dari manusia ke manusia dan dari hewan ke manusia lewat rute feses-oral bertanggung jawab bagi infeksi VTEC. Daging yang kurang matang, khususnya jeroan sapi dan kambing. Sumber lain infeksi adalah buah, susu, telur, dan sayur yang tidak di pasteurisasi atau direbus. Dosis tinggi toksin yang mengahsilkan infeksi ini bisa membuat pasien dianggap terserang 10 penyakit.

VTEC (Verotoxin Producing E. Coli) terus ditularkan selama organisme hidup di dalam feses orang dewasa kira-kira 1 minggu dan feses anak sekitar 3 minggu.

Setiap orang rentan terhadap serangan infeksi. Anak-anak dan manula beresiko tinggi terserang komplikasi yang berat. Kekebalan virus ini terhadap antibiotik juga mengkuatirkan. 28% dari total kasus  penyakit ini selama 2 minggu tanpa diobati, menunjukan kalau virus itu terbukti kebal terhadap pengobatan antibiotik apapun.

Langkah Pencegahan

Menghindari konsumsi daging, telur, susu dan air yang tidak dimasak sampai matang, minimal dipasteurisasi lebih dulu. Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan menyantapnya.

Cara Mneyembuhkan

Mengisolasi pasien sampai berak darahnya berhenti. Berikan antibiotik penghenti diare dan keracunan saluran cerna, meskipun jangan mengharapkan efektif.jika sakit berlanjut hubungi spesialisnya.

Sumber :

Oleh Lia

Dikutip dari : (Prof. Heath Kelly, Dr. Noel Bennet, Dr. Sally Murray, Kerry Ann O'Grady, 2009  : 216-218)

 Photo by :

http://denatureshop.com/wp-content/uploads/2015/08/Cara-mengobati-berak-atau-bab-keluar-darah-segar-denatureShop-300x147.jpg

DEMAM TIFOID DAN PARATIFOID

Demam tifoid merupakan penyakit keracunan darah yang dicirikan oleh demam, melemahnya detak jantung, pembengkakan pankreas, simtom sakit perut dan bintik merah muda di kulit. Komplikasi nanah dan lubang di saluran cerna bisa terjadi jika pasien tidak segera ddiobati atau pengobatannya belum selesai.

Demam paratifoid hadir dalam potret klinis yang sama dengan demam tifoid, hanya saja lebih ringan, lebih singkat durasinya dan lebih rendah tingkat komplikasinya dan fasilitasnya.

Penyakit ini diinfeksi oleh bakteri Salmonella Typhi, basil tifoid, dan salmonella parathypi berserovar A, B dan C, basil paratifoid.

Masa inkubasi demam tifoid biasanya 8-14 hari, namun ini bergantung pada dosis aagen penginfeksi dan bisa beragam dari 3 hari sampai sebulan, masa inkubasi demam paratifoid biasanya 1-10 hari saja.

Pembawa penyakit demam tifoid ini adalah feses dan air kencing manusia. Sedangkan demam paratifoid adalah feses dan air kencing manusia dan hewan.

Salmonella ditularkan lewa air dan makanan yang terkontaminasi, dan jarang lewat kontak langsung. Khususnya es batu yang terbua dari air mentah, sayuran mentah, salad dan lalapan, ikan dan kerang mentah adalah sumber utama penyebaran, terlebih jika lingkungannya kurang higienis.

Langkah-langkah Pencegahan

Meminta vaksin khususnya jika hendak bepergian ke daerah yang banyak terjadi kasus demam tifoid. Para petugas laboratorium yang memeriksa urin dan feses yang mengandung salmonella typhi juga harus divaksin.

Vaksin demam tifus ada yang bentuknya oral dan ada yang disuntikan, namun yang disuntikan biasanya memunculkan efek samping ringan seperti pusing dan demam. Kombinasi vaksin ini dengan hepatitis A. Namun karena sifat vaksin yang tidak bisa efektif melindungi total, setiap orang harus berhati-hati dengan apa yang dimakan dan diminumnya.

Sedangkan vaksin untuk paratifoid tidak ada. Yang bisa dilakukan hanya menjaga kebersihan tangan sebelum mengolah bahan makanan dan menyantap makanan, khususnya sehabis dari toilet.

Makanan dan minuman harus dimasak sampai mendidih, minimal dipasteurisasi. Mengolah limbah dan saluran limbah sebaik mungkin. Memilh bahan makanan dan makanan matang sebaik mungkin, pastikan higienitasnya yang bisa dideteksi lewat cara mereka menempatkan bahan makanan, cara mengolah dan cara menyajikan makanan, beserta piranti makan dan tempatnya.

Cara Menyembuhkan

Merumah sakitkan pasien biasanya dilakukan untuk kasus yang akut. Pemberian antibiotik biasanya mencakup ciprofloxacin, ceftriaxone, chlorampenicol, amoxycillin dan cotimoxazole. Namun temuan di Asia Tenggara menunjukan, bakteri ini kebal dengan Chlorampenicol, amoxycillin atau cotrimoxazole. Kekebalan bakteri terhadap ciprofloxacin ditemukan di Vietnam, di Inggris khususnya mereka yang datang atau pergi ke India dan Pakistan. Kalau pengobatan tidak efektif segera rujuk ke ahlinya.

Sumber :

Oleh Lia

Dikutip dari : (Prof. Heath Kelly, Dr. Noel Bennet, Dr. Sally Murray, Kerry Ann O'Grady, 2009  : 213-215)

Photo by :

http://www.greenworld-support.com/wp-content/uploads/2015/12/penyakit-tipes22.jpg

 

Monday, January 9, 2017

ANTRAKS KULIT

Bentuk serangan antraks kulit yang paling banyak terjadi, sekitar 95% dari seluruh kasus yang ada. Luka biasanya terjadi di bagian kulit yang terpapar dan seringkali disertai rasa gatal yang ekstrim. Serangannya terjadi dalam beberapa tahapan, yaitu :

·         Tahap bintik-bintik kecil

·         Tahap gelembung yang berisi udra, lalu lama kelamaan berubah isinya oleh cairan dan darah

·         Tahap bopeng yang mulai muncul 2-6 minggu setelah tahap gelembung darah mengering.tahap ini dimulai dari menghitamnya wilayah kulit isekitar bopeng,lalu berubah menjadi merah dan akhirnya membengkak menjadi oedema, lama-kelamaan membesar dan berisi cairan tubuh.

Serangan antraks tidak menimbulkan rasa sakit selain rasa gatal ekstrim. Tapi setelah oedema terbentuk, maka wilayah kulit di sekitarnya jadi sakit. Jika oedema terus dibiarkan tidak diobati, maka sel-sel darah putih di sekitarnya akan mengumpul dan mati, membuat jaringan kulit dan saluran getah bening  diwilayah tersebut rusak. Akibatnya, darah akan menjadi keracunan dan mempengaruhi seluruh tubuh lebih daripada kulit semata.

Antraks kulit yang tidak ditangani memiliki tingkatan kematian sebesar 5-20%, tapi kematian tidak akan terjadi jika penanganan sudah dilakukan sejak dini.

Antraks kulit biasanya menyebar lewat sentuhan dengan kulit yang terluka, sehingga kemunculanya bisa melalui kemungkinan-kemungkinan berikut ini, :

·         Melalui kontak dengan jaringan tubuh hewan seperti sapi, kambing, kuda, babi, dsb yang sudah mati karena penyakit antraks, atau

·         Melalui kontak dengan bulu atau rambut dari hewan yang sudah terkontaminasi antraks, atau semua produk bulu dari hewan tersebut, atau

·         Melalui kontak dengan tanah tempat hewan yang mati terserang antraks dikuburkan, atau

·         Melalui kontak dengan pakan ternak yang dicampuri remukan tulang dan daging hewan ternak lain yang sudah terkontaminasi antraks, atau

·         Tergigit lalat atau nyamuk yang sudah menggigit hewan ternak yang sudah terkontaminasi antraks.

Langkah-Langkah Pencegahan

·         Mengimunisasi individu yang beresiko tinggi terserang antraks, biasanya para pekerja laboratorium yang dipercaya menangani bacillus anthracis, dengan vaksin antraks setahun sekali. Proteksi harus lebih diutamakan untuk melawan jenis antraks saluran pencernaan ketimbang antraks saluran pernafasan.

·         Mengimunisasi komunitas pekerja yang biasanya bersentuhan dengan pengolahan hewan ternak, produk hewan ternak dan pakan hewan ternak 2-3 tahun sekali.

·         Menidik para pekerja tersebut untuk mengetahui jenis serangan antraks dan cara penanggulangannya.

·         Memastikan pola ventilasi di dalam industri pengolahan produk hewan ternak dan pakan ternak aman dan terkendali agar tidak meracuni masyarakat sekitar.

·         Mengecek dengan cermat semua produk hewan yang masuk seperti bulu, daging dan tulang sebelum diolah lebih jauh.

·         Memastikan semua pekerja tersebut menggunakan pakaian dan masker pelinung, dan memastikan tempat dan peralatan kerja tetap higienis.

·         Meminta pemerintah dan LSM, khususnya yang bekerja di divisi peternakna, kesehatan hewan dan kesehatan manusia, untuk membantu meneiti secara berkala tempat pemeliharaan hewan ternak, komunitas di sekitar peternakan, tempat pemrosesan produk hewan ternak, dan komunitas di sekiar pabrik.

·         Memberlakukan dengan tegas aturan dan sanksi hukum mengenai kesehatan yang berkaitan dengan semua hal ini.

Cara Penyembuhan

Antraks Kulit

·         Siprofloksasin, penisilin atau doksisiklin biasanya obat yang dipilih, biasanya diberikan selama 7-10 hari. Sedangkan durasi terapi obat ini tidak begitu pasti, ada yang berlangsung singkat, sekitar 1 bulan, tapi ada juga yang sampai 3 bulan.

·         Jika kasusnya berkaitan ddenagan serangan teroris lewat senjata biologis yang menggunakan antraks aerosol dimana resiko terpapar sangat tinggi, siprofloksasin atau doksisiklin bisa juga digunakan, tapi minimal harus 60 hari.

·         Untuk pasien dengan tanda-tanda keterlibatan sistemik, seperti oedema berat atau lesi pada kepala dan leher, antibiotik harus dignakan bahkan jenisnya sama dengan obat untuk antraks saluran pernafasan.

Sumber :

Oleh Lia

Dikutip dari : (Prof. Heath Kelly, Dr. Noel Bennet, Dr. Sally Murray, Kerry Ann O'Grady, 2009  : 8-14)

 Photo by ;

 http://www.stetoskop.info/pics/8/718/thumbnails/150x150/antrax.jpg

Sunday, January 8, 2017

ANTRAKS SALURAN PERNAFASAN

Ini jenis antraks yang paling jarang dan seringkali hadir bersama dengan simtom ringan bahkan tanpa gejala sama sekali. Simtom ringan mirip gejala flue biasa seperti demam, tidak enak badan, batuk-batuk ringan dan rasa sakit di dada, bahkan simtom ISPA jarang sekali muncul.

Tapi 3-6 hari kemudin, simtom ringan ini diikuti oleh sejumlah simtom berat yang cepat seperti hipoksia (tubuh seperti kekurangan oksigen sehingga lemas dan mual-mual), dipsnea (kesulitan yang berkaitan dengan mulut dan rongga bicara), suhu badan meninggi. Jika diperiksa lewat radiogram, bagian mediastinal (membran pemisah dua belahan paru-paru) akan terlihat melebar. Meningitis (rasa terbakar di dada) juga mulai sering muncul.

Tingkat kematian antraks saluran pernafasan yang tidak ditangani bisa mencapai angka 100%. Namun pemberian antiobiotik yang tepat selama masa inkubasi bisa mneurunkan tingkat kematian secara drastis mendekati jenis antraks kulit, yaitu sekitar 25%.

Kemungkinan penyebaran antraks pernafasan adalah sbb :

1.      Dengan menghirup udara dari sekitar hewan yang sudah terkontaminasi antraks saluran pernafasan ketika menggembalakan, memandikan atau mengandangkan.

2.      Dengan menghirup udara yang sudah terkontaminasi antraks dari sekitar produk hewan ternak sepertidi pejagalan, pemrosesan bulu dan tulang hewan ternak, aau lantaran kecelakaan i laboratorium.

3.      Dengan melepaskan sengaja spora-spora antrkas lewat berbagai piranti aerosol seperti kaleng semprot cat, kaleng semprot minyak wangi atau minyak rambut, bahkan lewat paket atau surat pos yang pemicu ledakanya dikontrol dari jauh.

Langkah-Langkah Pencegahan

·         Mengimunisasi individu yang beresiko tinggi terserang antraks, biasanya para pekerja laboratorium yang dipercaya menangani bacillus anthracis, dengan vaksin antraks setahun sekali. Proteksi harus lebih diutamakan untuk melawan jenis antraks saluran pencernaan ketimbang antraks saluran pernafasan.

·         Mengimunisasi komunitas pekerja yang biasanya bersentuhan dengan pengolahan hewan ternak, produk hewan ternak dan pakan hewan ternak 2-3 tahun sekali.

·         Menidik para pekerja tersebut untuk mengetahui jenis serangan antraks dan cara penanggulangannya.

·         Memastikan pola ventilasi di dalam industri pengolahan produk hewan ternak dan pakan ternak aman dan terkendali agar tidak meracuni masyarakat sekitar.

·         Mengecek dengan cermat semua produk hewan yang masuk seperti bulu, daging dan tulang sebelum diolah lebih jauh.

·         Memastikan semua pekerja tersebut menggunakan pakaian dan masker pelinung, dan memastikan tempat dan peralatan kerja tetap higienis.

·         Meminta pemerintah dan LSM, khususnya yang bekerja di divisi peternakna, kesehatan hewan dan kesehatan manusia, untuk membantu meneiti secara berkala tempat pemeliharaan hewan ternak, komunitas di sekitar peternakan, tempat pemrosesan produk hewan ternak, dan komunitas di sekiar pabrik.

·         Memberlakukan dengan tegas aturan dan sanksi hukum mengenai kesehatan yang berkaitan dengan semua hal ini.

Cara Menyembuhkan

Rekomendasi berikut ini didasrkan kepada resep-resep pemerintah AS saat menangani seragan antraks oleh teroris di tahun 2001 lewat jalur pos mereka :

1.      Penanganan awal antraks saluran pernafasan adalah resimen multi obat dari berbagai jenis siprofloksasin atau doksisiklin plus satu atau lebih unsur obat sangat peka bagi pasien.

2.      Siprofloksasin harus lebih banyak digunakan karena sudah banyak diuji coba pada hewan-hewan yang masih hidup. Sedangkan doksisiklin baru digunakan lagi jika diduga mulai muncul meningitis (rasa terbakar) lantaran kemampuan penetrasinya ke sistem saraf pusat terlalu keras.

3.      Pasien-pasien yang terserang antraks sekaligus bakteri lain, bisa menggunakan resimen multi-obat antara siprofloksasin yang menyediakan terapi yang adekuat bagi B. Anthracis dan obat lain untuk menangani patogen yang lain.

4.      Setelah fase awal berhasil menunjukan perbaikan hasil, resimen empiris obatnya diubah. Antibiotik berbasis penisilin seperti amoxilin atau asam klavulanik bisa diberikan untuk menyembuhkan pasien smpai tuntas.

5.      Penyembuhan bagi jenis antraks saluran pernafasan memakan waktu sampai 60 hari.

 

Sumber :

Oleh Lia

Dikutip dari : (Prof. Heath Kelly, Dr. Noel Bennet, Dr. Sally Murray, Kerry Ann O'Grady, 2009  : 9-14)

Photo by :

http://www.impe-qn.org.vn/impe-qn/vn/upload/info/image/1300954098609_image012.jpg